Warga Pulo Pakkat I Kecamatan Suka Bangun. Kabupaten Tapanuli Tengah VS Warga Kelurahan Huta Raja. Kecamatan Muara Batang Toru. Kabupaten Tapanuli Selatan. Sumatera Utara. Berselisih Paham

Mitra Negara  MNTV  Tap-teng Sumut bongkarkasusmmntv.com. Pasca terjadinya selisih paham di antara masyarakat di kedua wilayah, Polres Tapanuli Tengah VS Polres Tapanuli Selatan. Polda Sumut laksanakan mediasi di perbatasan antara Desa Pulo Pakkat I Kecamatan. Suka bangun, Kabupaten. Tap-teng, dengan Kelurahan Hutaraja, Kecamatan. Muara Batang toru, Kabupaten. Tap-sel. Kegiatan ini diadakan untuk menyelesaikan masalah (Problem Solving) pasca terjadinya selisih paham antara masyarakat di dua wilayah tersebut. Kamis, (04/01/2024) pukul 13.30 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Waka polres Tapanuli Tengah Kompol Kamaluddin Nababan, SH, Danramil Batang toru Kapten Inf H. Sirait, Kasat Samapta AKP Tohap Sibuea, SE, Kasat Reskrim AKP Arlin P. Harahap, SH, Kanit Reskrim Polsek Batang toru Polres Tap-sel dan berbagai perwakilan dari masyarakat dari Desa Pulo Pakkat I dan masyarakat Kelurahan Hutaraja, serta instansi terkait

Tokoh masyarakat Pulo Pakkat I Kecamatan Suka Bangun tapanuli Tengah VS Tokoh masyarakat kelurahan Huta Raja. Kecamatan muara Batang Toru. Tapanuli Selatan. Sumatera Utara. Mengharapkan agar pihak penegak hukum memberikan pengamanan agar tidak terjadi bentrok di antara kedua belah pihak dan dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi dengan damai dan secara kekeluargaan, namun ditengah tengah musyawarah beberapa perwakilan dari masyarakat Desa Pulo Pakkat I dan Kelurahan Hutaraja menyampaikan tuntutan dan tanggapan mereka terkait permasalahan ini. Ucap tokoh masyarakat

Kericuhan ini terjadi berawal karena adanya kesalah pahaman yang menyebabkan warga kelurahan Hutaraja Tap-sel melakukan penganiayaan terhadap inisial BN Kepala Desa Pulo Pakkat I. Kecamatan Suka Bangun. Tap-teng, sehingga antar warga semakin ribut dan terjadi pemalangan jalan penghubung antar desa. Pulo Pakkat I dengan Kelurahan Huta Raja.

Hasil mediasi yang dicapai antara lain mencakup penyelesaian permasalahan dengan PT. SKL di tingkat Kabupaten, demi kelanjutan proses hukum yang tidak menghambat laporan polisi, di adakan penutupan untuk sementara agar jalan penghubung antara Kelurahan Hutaraja dan Desa Pulo Pakkat I, dan di adakan pendataan kerusakan rumah warga untuk diajukan ganti rugi ke pihak PT. SKL.(Samukti Karya Lestari)

Awak media mencoba konfirmasi klarifikasi kepada salah satu tokoh masyarakat desa Pulo Pakkat I berinisial DT. catatan penting dalam laporan ini mencakup kerusakan pada kaca depan mobil Polsek Batang Toru akibat amukan warga kedua belah pihak, juga adanya tiga unit atap rumah warga desa Pulo Pakkat I yang terkena lemparan batu, namun kedua tokoh masyarakat merasa kesal atas ketidak hadirannya Humas dari pihak PT. SKL dalam kegiatan mediasi ini di terangkannya

Melalui kegitan Musyawarah dan Mufakat ini di bantu oleh pengamanan ketat dari Polres Tapanuli Tengah VS Polres Tapanuli Selatan juga dari Danramil Batang Toru. sehingga situasi di sekitar perbatasan Desa Pulo Pakkat I dan Kelurahan Huta raja di harapkan agar dapat kenyamanan kembali dan kondusif. Pihak kepolisian bersama instansi terkait dan perangkat desa serta tokoh masyarakat setempat akan terus memantau dan menjaga keamanan di kedua wilayah tersebut.

(Wirpanuddin Pasaribu)