Oknum Pengacara Mareti Ndraha DiDuga Menggelapkan Dokumen Asli Klien Korban PHK

 

Madina Sumut, Bongkarkasusmmntv.comPada dasarnya peran dan fungsi Advokat adalah mendampingi korban maupun tersangka atau terdakwa di setiap tingkat dalam pemeriksaan guna untuk memastikan terpenuhinya hak-hak para korban, yang menjadi tersangka, maupun terdakwa.

Mengingat salah satu pilar utama peran dan fungsi Advokat adalah menegakkan supremasi hukum dan hak asasi manusia.
Akan tetapi kadang kala hal tersebut diatas bertolak belakang akibat ketidak profesional nya para oknum pengacara yang diduga hanya mencari keuntungan dibalik permasalahan klien,

sebagaimana yang telah dilakukan oleh oknum pengacara Mareti Ndraha, dalam menangani kasus PHK Perubahan maduwu dan 9 orang lainnya, sudah berjalan kurang lebih 3 tahun lamanya namun tak kunjung ada titik terang ataupun penjelasan yang bisa diterangkan kepada kliennya malah merugikan klien dengan tidak mengembalikan dokumen asli berupa buku tabungan dan lain lainnya

Hal ini diketahui sebagaimana penuturan salah seorang berinisial perubahan maduwu kepada awak media menyampaikan,
Bermula pada saat dirinya korban perubahan serta 9 orang temannya yang lain sampai mengalami pemutusan hubungan kerja di (PHK) yang diduga sepihak oleh sebuah perusahaan di kabupaten mandailing natal sumut, merasa tidak terima sehingga mereka meminta salah seorang pengacara untuk membantu mereka yang bernama Mareti ndraha, yang pada awalnya mereka sangat percaya sehingga menyerahkan semua permintaan Oknum pengacara berupa buku tabanas asli, kartu BPJS asli dan dokumen asli lainya.

Namun kasus ini telah di tanganin oleh oknum pengacara kurang lebih berkisaran 3 tahun akan tetapi belum ada titik terang ataupun kejelasan yang di sampaikan oleh Oknum Mareti ndraha, sehingga para korban merasa sangat dirugikan, dan meminta kepada Mareti ndraha untuk mengembalikan dokumen mereka yang telah di ambil sebelumnya, namun Oknum pengacara tersebut tidak mengembalikan atau memberikan penjelasan yang baik malah menjawab pertanyaan dari para korban dengan kata yang tidak sepatutnya di ucapkan oleh oknum pengacara
pada umumnya. Ucap korban kecewa (19/01/2024)

Demikian halnya yang dialami oleh tim para Wartawan MN TV saat konfirmasi kepada Oknum pengacara mareti ndraha tentang kebenaran kasus yang di tangani tersebut serta keberadaan dokumen asli dari kliennya saudara perubahan maduwu akan tetapi oknum pengacara bukannya memberikan penjelasan yang baik malah memberikan nada nada penuh dengan ancaman mengatakan itu urusan dia saja dengan para korban tidak boleh dicampuri orang lain dengan nada tinggi seperti pereman pasar pengancaman tersebut kuat dugaan bertujuan mengaburkan suatu masalah hukum agar para korban tidak mendapatkan keadilan.

Bersambung…

(Red YG)