Oknum Bidan Desa Diduga Menuduh Inisial AH Menampar Bokongnya.

 

TAPANULI, SELATAN, SUMUT, bongkarkarkasusmmntv.com, Baru-baru ini tim awak media bongkar kasus Mn Tv ketemu dengan salah seorang warga Desa Lantosan I. Kecamatan Portibi. Kabupaten Paluta. Provinsi Sumatera Utara. inisial AH. Menceritakan apa yang dia alami pada hari Selasa tanggal 07 Maret 2023. inisial AH sangat terkejut ketika Kepala Desa Bakkudu memanggilnya untuk datang kekantor desa Bakkudu. Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara.

Ironisnya lagi yang lebih disayangkan sesampainya di kantor desa Bakkudu. Oknum Bidan Desa Inisial EFH. menuduh inisial AH telah menampar bokongnya yang pada saat itu sejalan dan searah mengendarai sepeda motor masing-masing. itulah laporan inisial EFH kepada kepala desa bakkudu. yang juga di hadiri oleh Babinsa dan Polmas. dan masyarakat lainnya. Lalu setelah dipertimbangkan sehingga tidak ada yang disalahkan. karena saya hadirkan juga saksi saya bahwa saya pada jam yang dituduhkan itu bahwa saya sedang ada di warung kopi. akhirnya rapat tersebut di bubarkan. Namun inisial EFH berdiri cepat dan langsung memukul kepala saya dengan menggunakan HP android miliknya. beserta saudaranya inisial CH. dan AJ. Sehingga saya mengalami luka robek di bagian kepala dengan lima jahitan. ucapnya.

Diposisi yang sama inisial AH mengatakan kepada wartawan. bahwa inisial EFH telah menyuruh seseorang yang tak kukenal untuk mengambil foto Saya pada saat saya sedang duduk di warung kopi milik inisial AH. dimana pada saat itu saya berada di warung kopi tersebut mulai jam 09-17 wib. sedangkan kejadiannya di desa Bakkudu. Kecamatan Portibi. di antara Jam 00-13 wib. sementara saya berada di desa Aek Haruwaya.

Masih keterangan AH. Pada tanggal 09 Maret 2023 saya telah melaporkan kejadian tersebut ke PolresTapanuli Selatan dengan nomor STTLP/B/101/III/2023/SPKT/POLRES TAP-SEL/POLDA SUMUT. lalu pada tanggal 14 Maret 2023 diterbitkan SP2HP oleh penyidik dan sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. dan akan di laksanakan gelar perkara untuk menetapkan saya sebagai tersangka ucap AH.

Juga keterangan inisial AH pelaku masih belum ditahan dan masih berkeliaran di dunia luas. sementara berkas laporan inisial AH sampai di pengadilan Padang Sidempuan tanpa ada di ikut sertakan barang bukti. dan pelaku penganiaya yang di lakukan secara bersamaan-sama. yang lebih saya kesalkan malah pelaku hanya di vonis oleh hakim satu bulan (1) penjara dan itupun tidak tahan badan. Dan yang lebih anehnya lagi inisial AH juga di vonis oleh hakim satu bulan penjara juga. atas laporan inisial EFH dengan Kasus pelecehan yang di tuduhkan padaku. sementara saya tak pernah akui atas yang di tuduhkan EFH tentang pelecehan tersebut tegasnya AH.

Demi untuk mendapatkan kebenarannya awak media mencoba konfirmasi klarifikasi PERS kepada penyidik AIPDA. ADH melalui WhatsApp dengan nomor: 0877897272XX. begini tanggapannya. Saya tidak bisa menjelaskan di HP kalau berkenan bapak datang aja kekantor pak.

Juga di waktu yang sama awak media mengkonfirmasi klarifikasi PERS kepada penyidik IPDA. MJU. melalui WhatsApp dengan nomor: 0895621706288. begini tanggapannya. Bener pak. tapi kita sudah pindah tugas ke Polrestabes Medan.

Namun hingga sampai pada saat ini yang diduga pelaku tindak pidana pengeroyokan yang di lakukan secara bersama-sama masih belum dapat di temui oleh wartawan. dan langkah selanjutnya wartawan akan upayakan jumpai yang di duga pelaku. demi untuk mendengar keterangannya. sehingga berita ini di terbitkan
Selasa 04 Juni 2024

(MFZ)