*Lokasi Bencana Di Banjar wangi Masyarakat Minta Agar Direlokasi ke Tempat Yang Aman*

 

BANJARWANGI, GARUT ,JAWA BARAT bongkarkasusmmntv.com (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, meninjau langsung lokasi bencana di Kampung Sirnagalih, Desa Talagajaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Sabtu (27/04/2024).

Berdasarkan hasil peninjauannya, Barnas menilai warga di lokasi kejadian perlu segera direlokasi, karena terdapat tebing cukup tinggi dan bisa mengancam keamanan masyarakat setempat.

“Oleh karena itu saya dengan BPBD dan Dinas Sosial beranggapan bahwa ini harus segera direlokasi, dan kebetulan di sini ada Pak Camat dan Pak Kades, yang juga memohon untuk segera ada evakuasi dan juga relokasi, sehingga mereka (masyarakat) ada dalam posisi aman, dan tentunya dalam beberapa saat ini pasti perlu ada tanggap darurat bagi mereka yang rumahnya ini terganggu begitu,” ujar Barnas.

Barnas mengajak semua pihak untuk bahu-membahu menyelesaikan permasalahan yang ada, hingga nanti masyarakat mendapatkan tempat yang layak untuk ditinggali. Ia pun mengungkapkan jika pemerintah mempunyai keterbatasan, oleh karena itu pihaknya akan segera menggelar rapat agar pembiayaan untuk relokasi mencukupi.

“Dan yang paling penting, saya sudah sampaikan ke Pak Kades, itu mencari tanah yang aman dulu. Nah nanti karena dalam situasi darurat pak, ini tentunya harus kita lakukan cepat nanti kita akan tetapkan bagaimana kita mendapatkan anggaran sesuai dengan aturan,” ucapnya.

Ia menjelaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut beserta _stakeholder_ lain yang peduli terhadap bencana, terus mengupayakan agar ketanggapdaruratan tidak berlarut-larut. Barnas berharap penanggulangan bencana di Banjarwangi ini bisa cepat selesai, sehingga ia berharap hari Senin (29/04/2024) nanti, kepastian biaya yang dibutuhkan untuk hal tadi sudah tersedia.

Ia juga menginstruksikan agar anak-anak di tempat kejadian harus tetap bisa sekolah, kemudian kesehatan warga pun harus terjamin. Tak hanya itu, ia pun berpesan agar Pemkab Garut membantu memfasilitasi lauk-pauk atau kebutuhan makan, khususnya bagi para penyintas bencana.

“Nah oleh karena itu kita perlu cepat, tepat, tuntas untuk menyelesaikan hal ini, dan saya mohon pada BPBD untuk bekerja sama dengan dinas lain untuk melihat memetakan lokasi-lokasi bencana, misalnya di sini kalau gak salah ada keretakan tanah amblas dan lain sebagainya, jadi cepat sebelum nanti memakan korban. Jangan (sampai) antisipasi kita lambat, (hingga) ada korban, itu saya tidak ingin seperti itu, jadi harus cepat segalanya,” tegas Barnas.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa waspada dan berhati-hati, sehingga diperlukan mitigasi kebencanaan kepada masyarakat,

(Risbah)