Humas PT. MIR Di Duga Tidak Kooperatip. Melanggar Hukum, Tanami Kelapa sawit di Daerah Aliran Sungai.

 

TAPANULI SELATAN, SUMUT, bongkarkasusmmntv.com PT. Maju Indo Raya (MIR). adalah sebuah perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan sawit yang terletak di Kecamatan Muara Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan Sumatera Utara.

Berdasarkan pantauan wartawan pada tanggal 06 Mei 2024, dibantaran sungai Aek Nabirong, dan Aek Mangambur Kelurahan Muara Ampolu. Kecamatan Muara Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Ring 1 izin PT.Mir sudah di tanami kelapa sawit.
namun di dalam izin Perkebunan dan AMDAL ada batasan areal dari sungai yang tidak diperbolehkan ditanami kelapa sawit, 50 -100 meter dari bibir sungai.
Bertujuan untuk melestarikan ekosistem sungai sehingga terlindungi dan terjaga kelestariannya.

Azis Harahap. anggota humas PT MIR. (Maju Indo Raya). ketika di temui oleh wartawan dikantor besar. pada hari Senin tanggal 06 Mei 2024, tidak dapat memberikan keterangan terkait hal tersebut.
Saya hanya anggota pak belum mengerti masalah tersebut. ujar Azis Harahap menjawab pertanyaan wartawan.

Di tempat yang berbeda Damianus Waruwu Ketua DPD LBH PKR (Perisai Keadilan Rakyat). Kabupaten Tapanuli Tengah. ketika wartawan Jumpa di salah satu rumah makan di kota sibolga. sangat menyayangkan kegiatan yang melanggar hukum tersebut. dan akan menyurati perusahaan. dan kita akan coba konfirmasi kepada dinas lingkungan hidup. Tapanuli Selatan. tegasnya

Di posisi yang sama Yasafati Gulo. Sekretaris DPD LBH PKR (Perisai Keadilan Rakyat). mengatakan, bahwa batas areal perkebunan yang diusahakan oleh perusahaan besar. harus di usut sampai temu gelang atas seluruh areal perkebunan dengan ketentuan jarak tanaman dengan:
-sungai besar berjarak 200 meter.

-sungai kecil berjarak 100 meter.
-satu(1) Kilo meter dari areal perkampungan.
-setengah (0,5) Kilometer dari jalan umum.
Serta 250 meter dari mata air/ danau.
Sementara pantauan wartawan pada hari Senin tanggal 06 Mei 2024, bahwa jarak tanaman kelapa sawit PT. Mir. hanya 3 sampai 4 meter saja dari bibir sungai Aek Nabirong. dan Aek Mangambur tegasnya.

Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya.
Baik lingkungan alam juga lingkungan sosial. Manusia bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Dan Manusia makan, minum, menjaga kesehatan semuanya memerlukan lingkungan.

Oleh karena itu pemerintah membuat sanksi yang sangat berat dengan UU No 32 Tahun 2009 pasal 99 tentang PPLH. setiap orang yang karena kelalaiannya mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara, ambien, air, laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, di pidana paling singkat satu ( 1) tahun dan paling lama tiga (3) tahun penjara.
Denda minimal Rp 1 Milyar rupiah. dan
Maksimal Rp 3 milyar
dengan tujuan agar terjaga keseimbangan lingkungan hidup.

Pimpinan redaksi media bongkar kasus Mn Tv. Mencoba konfirmasi klarifikasi PERS kepada humas PT MIR. pada hari Jumat tanggal 07 Mey 2024. pukul 13.38 Wib. melalui Via WhatsApp dengan nomor: 0821606966**. namun sangat di sayangkan. konfirmasi tersebut hanya di baca. tak mau memberikan tanggapan sama sekali hingga berita ini di terbitkan.
Sabtu 18 Mey 2024.

Bersambung:

(Red)