DPD PJS menekankan kompetisi jurnalis di era digital di jaman canggih ini

 

Mitra Negara Tap-teng Sumut
bongkarkasusmmntv.com
Ketua DPD PJS DKI Jakarta, Tri Joko, didampingi sekretaris M.led dan pembina Drs sapruddin,M.si, memaparkan visi dan misi PJS DKI Jakarta kepada ketua umum DPP PJS Mahmud marhaba dan sekretaris jenderal Abdul Rasyid Zainal.

Para gabungan rombongan pengurus dewan pimpinan daerah pro jurnalis media siber(DPD PJS) DKI Jakarta berkunjung ke kantor DPP PJS di grand palace, Kemayoran Jakarta.

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan pengurus baru dan meminta arahan terkait langkah organisasi PJS DKI Jakarta.
“Kami mohon arahan pak Ketum terkait langkah selanjutnya sehingga visi dan misi PJS dapat diimplementasikan secara bersama dengan daerah lainnya”ujar Tri Joko.

Tri Joko juga menekankan pentingnya meningkatkan kompetensi jurnalis di era digital saat ini.
PJS memiliki daya juang yang tinggi untuk menjadikan seluruh anggotanya menjadi wartawan berintegritas, berkompeten, dan profesional. Saat ini, wartawan berkompeten dari dewan pers masih terlalu minim, dan banyak media yang memiliki jurnalis tanpa berkompetensi, bebernya

DPD PJS DKI Jakarta dalam waktu akan menyelenggarakan musyawarah daerah (musda) dan pelantikan pengurus baru.
“Kami meminta arahan Ketum terkait rencana pelaksanaan musda dan pelantikannya Alhamdulillah, kami diberikan banyak pembekalan terkait Musda sekaligus peningkatan SDM anggota,”kata Tri Joko.
Ketua umum DPP PJS Mahmud marhaba mengapresiasi kunjungan DPD PJS DKI Jakarta

Saya mengapresiasi kunjungan teman-teman DPD PJS DKI Jakarta. Sebagai organisasi yang sehat memang harus melaksanakan konsolidasi di tingkatnya masing-masing, ujur Mahmud. Mahmud menjelaskan bahwa PJS didirikan untuk mewujudkan kesetaraan dan kompetensi bagi semua wartawan. Harapannya, para jurnalis ini benar-benar merdeka sebagaimana yang tertuang dalam undang-undang tahun 1999 tentang pers, sehingga tidak ada lagi pengotak kotak kan di kalangan wartawan. Jangan ada lagi bahasa wartawan abal-abal, wartawan Bodrex, dan julukan diskriminasi yang dialamatkan ke sesama wartawan, Mahmud juga mengajak pengurus DPD PJS DKI Jakarta untuk menjadi penyangga kekuatan PJS di DPP.

(Wirpanuddin Pasaribu)