Diduga Oknum Polisi Nakal Tidak Mau Angkat Telpon dan Balas SMS Dari Korban.

 

Sumatera Utara,- bongkarkasusmmntv.com,-
Sepertinya ada yang tidak beres dibalik kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang menimpah kepada keluarga besar korban Sony tehe lase” (28/06/2023) Sudah sekian lamanya korban Yarni fatemeluo laporan nya selalu diabaikan Oleh polres madina bahkan menjadi sorotan terus menerus di media sosial”

Adapun disampaikan oleh Sony tehe lase” kepada awak media dirinya mengatakan sudah berkali kali mempertanyakan kepada KBO Reskrim IPDA Bagus seto dan Kanit Pidum IPDA Iksan Polres Madina Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara” terkait Laporan dari istrinya Yarni fatemaluo serta anak kandung nya Jasa kurniaman lase” yang sudah begitu lamah bahkan para pelaku masih bebas berkeliaran hingga saat ini namun pihak polres madina tidak ada sama sekali melakukan penangkapan dan sangat aneh kelihatannya sehingga terus menerus menjadi pertanyaan publik

Ironisnya lagi saat Sony tehe lase” menelpon juga SMS kepada KBO Reskrim IPDA Bagus seto dan Kanit Pidum IPDA Iksan Polres madina ingin mempertanyakan terkait dari Laporan istri dan anak kandung”nya tidak pernah ditanggapi bahkan setiap menelpon tidak pernah diangkat di SMS juga tidak dibalas oleh mereka berdua sepertinya kuat dugaan Oknum polisi nakal sudah terlalu banyak terimah suap dari para pelaku kekerasan kata” Sony tehe lase dihadapan awak wartawan

disisi lain demi untuk mencari kebenaran nya awak media langsung menghubungi KBO Reskrim IPDA Bagus seto melalui telpon seluler Hp 0813614257** tidak di angkat, sungguh aneh tapi nyata patut di duga jelas ada yang tersembunyi dibalik ini semuanya dengan perkara keluarga korban yang belum sama sekali mendapatkan keadilan

ditempat yang terpisah di ceritakan oleh Yarni Fatemaluo warga desa pasar singkuang (1) kecamatan muara batang gadis” Jika seperti ini pelayanan polres madina dalam menanggapi laporan dari masyarakat miskin rakyat kecil yang ingin mencari keadilan Namun selalu diabaikan bahkan sudah tidak ditanggapin lagi,” tidak ada jalan lain bahwah sesunggunya disinilah kelihatan cukup sangat jelas” bahwah masyarakat hilang rasa kepercayaan dengan moto polri sebagai pelayan” pelindung” dan pengayom masyarakat, ternyata nol ungkap korban sambari sedih dihadapan awak media tutupnya

(Red/Tim)