Di duga adanya kesaksian palsu Julius Giawa Sekjen DPP PKR Tipikor Angkat Bicara

Mitra Negara MNTVJambi, bongkarkasusmmntv.comberkaitan atas terbitnya isi surat keputusan dari pengadilan agama bahwa saksi yang berinisial Zainal Arifin, Mengatakan sebagai berikut Sepengetahuan Oknum Zainal Arifin orang tua dari ibu maznah telah meninggal dunia yang berinisial “maimuah”.

Dan kesaksian itu telah di bacakan di pengadilan agama sehinga ibu maznah mengalami kerugian materi dan tenaga dan tidak mendapatkan keadilan di pengadilan agama.

Lanjut Julius giawa selaku Sekretaris Redaksi PT media mitra negara turun langsung dari Sumatera Utara ke jambi menduga ada kekeliruan dalam penyelidikan kasus tersebut, Karena menurut fakta yang ditemukan bahwa orang tua dari ibu maznah masih hidup belum meninggal dunia sesuai investigasi dilapangan,” jelasnya

Namun Alasan pihak penyidik kepada awak media polresta kota jambi untuk menghenti kan sementara penyelidikan karena belum Ada bukti, baru maka kami dari media MNTV meminta kepada penyidik untuk menyelesaikan kasus ini sampai tuntas. Temuan awak media saksi bukti yang dikatakan udah meninggal tapi masih hidup sampai sekarang.

Dalam keputusan pengadilan ibu maznah mengalami kerugian materi dan tenaga atas kesaksian palsu dari keterangan Zainal Arifin yang mengatakan “sepengetahuan Zainal Arifin orang tua dari ibu maznah telah meninggal dunia”.

Menurut saksi Zainal Arifin setelah ada keputusan Pengadilan tinggi dan pengadilan agama Zainal Arifin mencabut kesaksian dan mengklarifikasi tentang kesaksian nya yang di limpahkan di pengadilan.

Lanjut saksi Zainal Arifin mencabut kesaksian dan mengklarifikasi di pengadilan maka keputusan pengadilan batal demi hukum dan kasus di buka kembali jika putusan itu tidak sesuai prosedur hukum.

maznah sedih dan kesal kenapa negara hukum di indonesia yang benar bisa menjadi salah tapi yang benar disalahkan”. Dimana keadilan rasa kemanusiaan ibu kandung saya yang bernama maimunah dikatakan sudah meninggal dunia.

Oleh sebab itu atas pernyataan kesaksian zainal arifin saat memberikan keterangan dipersidangan di kantor pengadilan agama sangat miris dan menyedikan sehingga sampai maznah pun tidak terima ibu kandungnya yang masih hidup tapi dikatakan sudah meninggal dunia sehingga maznah pun merasa keberatan dan tidak terima lalu melaporkan Zainal Arifin di polresta kota jambi,” Ucapnya.

Disisi lain menurut Julius giawa Sekjen DPP Perisai Keadilan Rakyat dengan tegas memperjuangkan hak -hak ibu maznah agar kasus ini bisa tuntas
waktu yang sudah ditentukan jika penyidikan masih tetap dihentikan penyelidikan dengan alasan belum cukup bukti. Bukti apa lagi yang harus ditempur oleh ibu maznah make dari itu dengan tegas dihimbau pihak penyidikan harus bisa bekerja dengan bijak dan profesional. Tegasnya.

(Tim redaksi)