Bebasnya Miras di Kabupaten Buru Desa jamilu Kecamatan Namlea

Buru Maluku  bongkarkasusmmntv.com. seperti yang kita ketahui selama ini bahwa pengawasan Pemerintah desa terhadap penyebaran minuman keras di Kabupaten buru sudah dilakukan namun kenyataannya semakin marak saja di desa jamilu baik di kalangan masyarakat maupun kalangan remaja khususnya juga mereka yang memproduksinya maka perlu ketegasan dari pemerintah daerah untuk mengambil tindakan tegas terhadap penyebaran minuman keras (MIRAS).

Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu tokoh masyarakat yang berinisial HRB, yang bertempat di desa Jamilu Kecamatan Namlea Kabupaten Buru Provinsi Maluku Senin 15 04 2024. Dalam penyampaian beliau mengatakan bahwa penjualan dan produksi MIRAS atau minuman keras di desa Jamilu sendiri sangat jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya para penjual minuman keras(MIRAS)baru berkisar kurang lebih 50-60 orang. Akan tetapi saat ini sudah mencapai 150-200 orang penjual. Hal ini sangat berdampak buruk bagi masyarakat pada umumnya terkhususnya kalangan remaja karena sudah sering terjadi perkelahian antara sesama kalangan masyarakat yang diakibatkan terlalu berlebihan mengonsumsi minuman keras(MIRAS).

Terlebih lagi proses produksi dan penjualan miras ini belum memiliki izin dan dikatakan ilegal karena tidak memiliki izin sama sekali. Hal ini sangat menjadi prihatin ketika dari pihak pemerintah daerah maupun pihak Aparat Kepolisian tidak melakukan tindakan untuk segera melakukan razia pada setiap pengedar yang memproduksi miras sendiri.
Di tempat yang terpisah HRB juga mengatakan bahwa sangat di takutkan ketika akan semakin marak dan nantinya bisa menyebar ke desa-desa lainnya.
Tidak menutup kemungkinan saat ini Miras Sendiri sudah berlanjut sampai ke tingkat Kabupaten.
Berdasarkan data dan fakta bahwa di tahun 2023 lalu sudah di lakukan Razia dari Polres Pulau Buru terhadap pengedar dan produksi Miras Sopi di desa Jamilu, akan tetapi sampai saat ini masih terus berkelanjutan. Olehnya itu dari kalangan masyarakat sangat mengharapkan agar pihak Pemerintah dan pihak aparat Kepolisian melakukan penertiban atau razia secepat mungkin. Tutupnya

( Rudi Kadatua)